Sunday, April 1, 2012

Pungutan liar dan penggusuran dagangan PKL

Salah satu masalah perkotaan adalah banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya di sembarang tempat. PKL yang mayoritas adalah masyarakat urban juga ingin mencari nafkah dari keramaian kota besar dengan cara uniknya yang terkadang kurang memperhatikan ketertiban dengan menempati berbagai fasilitas public dengan lapak dagangannya.

Tetapi, seharusnya PKL juga bisa diberikan tempat yang layak tidak hanya menjadi lahan penggusuran. Ketika beberapa pedagang kakap dengan modal besar mendapatkan tempat istimewa karena disediakan ruang bisnis di mall dan pusat perbelanjaan modern, PKL dengan modal minimalis juga berharap mendapatkan ruang bisnis yang akan dibayar sesuai kemampuan keuangan dan tidak memberatkannya. Jangan sampai kepentingan rakyat kecil terabaikan, seharusnya kalau bisa, mereka diberi gerobak, dan tenda. Kalau perlu mal khusus PKL.

Selain masalah penggusuran yang bisa datang setiap saat,PKL juga sering direpotkan dengan adanya pungutan liar dari berbagai pihak dengan bermacam alasan. Masalah keamanan sering dimanfaatkan oleh penguasa lokal (preman) maupun oknum berseragam untuk menikmati uang pungli dari PKL. Sungguh, kehidupan komunitas PKL di beberapa tempat ibarat dibenci dan dirindukan oleh banyak pihak. Ada yang diuntungkan dan ada yang merasa terganggu ketika PKL tampak memenuhi ruang kosong di beberapa pusat keramaian yang penuh aktifitas umum.

PKL bisa menjadi ciri khas sebuah kota jika diberikan tempat yang layak dan dikelola sehingga mampu memberikan sebuah nilai tambah dengan bermacam jenis barang dagangannya.

No comments:

Post a Comment

Disclaimer:

This is a personal web site. Statements on this site do not represent the views or policies of my company.