Sunday, April 1, 2012

The Untold Story

The Untold Story

Poppy Dharsono , meluncurkan buku kisah cintanya dengan Mensesneg era Orde Baru Moerdiono (Pak Moer) yang berjudul 'Pak Moer - Poppy The Untold Story', Buku ini ditulis oleh wartawan senior Derek Manangka.

Moerdiono meninggal  7 Oktober 2011 dan Poppy Dharsono mengklaim menjadi orang yang menemaninya sampai detik terakhir. Ia pun rela mengorbankan banyak hal demi merawat Moerdiono. Dalam buku 'Pak Moer-Poppy The Untold Story' dituliskan kalau Poppy rela meninggalkan tugasnya di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk bisa menemani Pak Moer ke dokter di Singapura. Selain itu bisnis dan usahanya juga terlantar karena harus mengurus Moerdiono. Biaya yang dikeluarkan untuk bolak-balik Jakarta-Singapura pun tak pernah dipikirkannya.

Poppy rela melakukan semua itu demi satu kata, yaitu 'cinta'.

'Pak Moer-Poppy The Untold Story' seperti bercerita bahwa Poppy memang bukan cinta pertama Pak Moer, tapi Poppy adalah cinta terakhir bagi jenderal purnawirawan yang merupakan salah satu orang terkuat selama masa pemerintahan Soeharto itu. 

Referensi : detikcom

Pelaku Pelempar Cairan Kimia Saat Demo Anti Kenaikan BBM

Pelaku Pelempar Cairan Kimia

Entah apa yang dipikirkan oleh Pelaku Pelempar Cairan Kimia saat demo kemarin. Kenapa? Mengapa? Tidakkah dia sadar bahwa akibat perbuatannya bisa fatal dan membahayakan orang lain di sekitarnya? Sungguh diluar kebiasaan normal dan jauh dari pola pikir seorang akademisi yang notabene terdidik.

Demo anti kenaikan BBM membawa dampak kerusakan infrastruktur dan dikotori oleh ulah  oknum demonstran yang tidak bertanggung jawab dengan penyiraman cairan kimia ke anggota polisi dan wartawan. Aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Jumat (31/3)  mengakibatkan Korban dari pihak pendemo, polisi dan wartawan karena demonstrasi tersebut berakhir rusuh.

Brigadir Made AKP terluka pada wajah dan tangannya akibat terkena air raksa yang diduga dibawa pendemo, Rizal, wartawan sebuah stasiun televisi, mengalami luka karena lemparan batu. Ananto Handoyo, Kamerawan Jak TV,  juga menjadi korban dalam insiden rusuh tersebut.

Pihak kepolisian optimistis dapat mengungkap siapa pelaku Pelempar Cairan Kimia dengan terus mendalami kesaksian dan bukti yang ada.

Seperti dikutip dari detikcom, "Kesaksian dari berbagai pihak, salah satunya pelapor. Dari situ nanti kita akan mendapatkan kronologi kejadian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (2/4/2012) pagi.

Pungutan liar dan penggusuran dagangan PKL

Salah satu masalah perkotaan adalah banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangannya di sembarang tempat. PKL yang mayoritas adalah masyarakat urban juga ingin mencari nafkah dari keramaian kota besar dengan cara uniknya yang terkadang kurang memperhatikan ketertiban dengan menempati berbagai fasilitas public dengan lapak dagangannya.

Tetapi, seharusnya PKL juga bisa diberikan tempat yang layak tidak hanya menjadi lahan penggusuran. Ketika beberapa pedagang kakap dengan modal besar mendapatkan tempat istimewa karena disediakan ruang bisnis di mall dan pusat perbelanjaan modern, PKL dengan modal minimalis juga berharap mendapatkan ruang bisnis yang akan dibayar sesuai kemampuan keuangan dan tidak memberatkannya. Jangan sampai kepentingan rakyat kecil terabaikan, seharusnya kalau bisa, mereka diberi gerobak, dan tenda. Kalau perlu mal khusus PKL.

Selain masalah penggusuran yang bisa datang setiap saat,PKL juga sering direpotkan dengan adanya pungutan liar dari berbagai pihak dengan bermacam alasan. Masalah keamanan sering dimanfaatkan oleh penguasa lokal (preman) maupun oknum berseragam untuk menikmati uang pungli dari PKL. Sungguh, kehidupan komunitas PKL di beberapa tempat ibarat dibenci dan dirindukan oleh banyak pihak. Ada yang diuntungkan dan ada yang merasa terganggu ketika PKL tampak memenuhi ruang kosong di beberapa pusat keramaian yang penuh aktifitas umum.

PKL bisa menjadi ciri khas sebuah kota jika diberikan tempat yang layak dan dikelola sehingga mampu memberikan sebuah nilai tambah dengan bermacam jenis barang dagangannya.

Disclaimer:

This is a personal web site. Statements on this site do not represent the views or policies of my company.